Dengar Nama Lontong Balap, Kuliner Khas Kota Surabaya Bikin Perut Keroncongan

NET SYBER.COM – SURABAYA JAWA TIMUR” Lontong Balap merupakan makanan khas Kota Surabaya, Jawa Timur. Meski tak banyak, keberadaan penjual kuliner ini masih mudah dijumpai di Kota Pahlawan.

Diantara sederet gerai Lontong Balap yanga ada, Lontong Balap Cak Ji satu diantara yang paling menggugah selera yang tak kenal hari libur.

Berlokasi di Jalan Jetis Seraten, Kelurahan Ketintang, Kecamatan Gayungan, Kota Surabaya, Lontong Balap Cak Ji setiap hari diserbu puluhan pelanggan sejak dibukanya hingga tutup menjelang sore.

“Buka jam 09.00 WIB pagi, dan tutup jam 05.00 WIB sore. Nggak ada hari libur, hari besar pun kita tetap buka kecuali ada keperluan penting,” tutur Harmaji (37), pemilik gerai, Sabtu (21/04/2019).

Setiap hari, Harmaji mengaku bisa menjual sekitar 100 porsi Lontong Balap kepada pelanggan yang kebanyakan berasal dari kalangan kepolisian, mahasiswa, pelajar dan masyarakat sekitarnya.

Pada kesempatan itu, Net Syber.Com memesan satu porsi Lontong Balap Cak Ji. Beberapa menit, pesanan pun diantar ke meja makan dan siap dinikmati. Penyajian Lontong Balap Cak Ji seperti Lontong Balap pada umumnya. Terdiri dari beberapa potong lontong yang ditutupi kecambah, bawang goreng, dengan kuah berwarna coklat karena sedikit bercampur petis udang dipinggirnya.

Petis adalah komponen masakan di Indonesia yang serupa dengan saus pekat dengan bahan dasar sari udang olahan serta ikan. Biasanya penyajian pada makanan Lontong Balap, petis selalu dilumat bersama bawang putih dan cabe rawit. Produksi Petis dikenal berasal dari Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Didalam sajian Lontong Balap Cak Ji, juga ada remasan lento, yakni camilan khas Jawa Timur terbuat dari sejenis kacang-kacangan rebus yang dibumbui. Kami pun seakan tak sabar untuk segera mencicipi.

Bukan hanya itu, sepiring Lontong Balap Cak Ji kurang lengkap jika tak disertakan sate kerang. Satu piring Lontong Balap Cak Ji dengan tiga tusuk sate kerang dibanderol Rp 12 ribu.

Benar saja, dengan cepat sajian itu habis kami santap. Rasanya pun sungguh nikmat, rasa pedasnya juga pas. Sesuai dengan selera masyarakat Jawa Timur. Tak Heran, gerainya selalu dipenuh pembeli.

“Dulu awal buka, kita jual satu piring tujuh ribu rupiah. Sekarang satu porsi sembilan ribu rupiah, biasanya pelanggan minta sate kerang, tiga tusuk tiga ribu rupiah,” lanjut Harmaji.

Harmaji mengaku, penjualan Lontong Balap miliknya makin terbantu setelah menunya tersaji di aplikasi ojek online. Jangkauan pelanggan pun makin luas, hingga ke luar kota Surabaya, yakni Gresik dan Sidoarjo.

Gerai Lontong Balap Cak Ji rupanya juga bisa dijumpai di Jalan Ketintang Madya nomor 30, Kota Surabaya. Cabang itu baru dibuka beberapa tahun lalu, ia berencana akan terus membuka cabang-cabang dibeberapa titik.

“Insya Allah kalau ada rejeki kita mau nambah karyawan dan nambah tempat lagi,” tandasnya.

Pria asal Ponorogo itu sempat bercerita awal sebelum ia dikenal sebagai penjual Lontong Balap Cak Ji oleh masyarakat. Rupanya, perjalanan hidup Harmaji, tak senikmat rasa Lontong Balap (Tim/Syber/Day).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here