Diciduk Polisi: Hot! Di Kandang Sapi, Seorang Oknum Kiai Sumenep 30 Kali Gauli Murid 14 Tahun

NET SYBER.COM, SUMENEP – Seorang kiai ditangkap tim Resmob POLRES Semenep, Madura, Jawa Timur. H.Gufron ditangkap saat tidak penuhi panggilan kasus persetubuhan (PENCABULAN) anak dibawah umur, Selasa (29/10/2019).

Penangkapan tersangka Kh.Gufron salah satu guru Madrasah Ibtidaiyyah (MI) “NURUL IMAM” di Desa Ben ra’as, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, terkait persetubuhan (PENCABULAN) anak dibawah umur yang tak lain murid nya sendiri atau santri nya, tersangka melakukan perbuatan bejad nya sering ganti ganti tempat seperti, kamar mandi, ruang tamu, kelas, kandang sapi.

Sesuai Lp/160/X/2019/JATIM/RES SMP/2 Oktober 2019, Pukul 13.00 Wib. Menurut keterangan korban (Bunga) di setubuhi kurang lebih 30 kali oleh tersangka dari 2018 sampai 2019. Pertama kali melakukan hubungan dengan (BUNGA) dirumah tersangka.

Kama Rullah SH, selaku kuasa hukum dari korban menjelaskan, bahwa kedatangan nya ke Polres Sumenep untuk memastikan bahwa tersangka Kh. Gufron sudah di tangkap.

“Kami ke Polres sumenep untuk memastikan Kh. Gufron sebagai terduga yang sudah dibtangkap oleh tim Resmob,” kata Kama.

Menurutnya, perbuatan Kh. Gufron kepada korban yang masi berusia 14 tahun, di acam oleh terlapor. Ancaman yang dilontarkan kepada korban, jika tidak mau melakukan hubungan maka masa depan nya akan di hancurkan

“Perbuatan terlapor sebagai seorang guru, mestinya tidak dilakukan kepada muridnya, disuruh nungging berdiri, dan ini dilakukan di kandang, dikelas, diruang tamu nya. Bahkan adegan itu dilakukan pada tengah malam,” ungkap Kama.

Kama melanjutkan, bahkan korban pada waktu sakit sampai muntah darah juga melakukan hubungan di Hotel Safari, dan Hotel Wijaya Sumenep.

“Terlapor kenapa di jemput paksa, kareana mangkir dari dua kali panggilan oleh pihak penyidik PPA Polres Sumenep, dengan alasan umroh, setelah dicek ke peeusaha nya tidak ada,” ujar Kama.

Kamarulah SH sebagai kuasa hukum dari korban berharap, kepada pihak Polres sumenep untuk memberikan hukuman paling berat, karena terlapor sangat tidak manusiawi, (Tim/Whn/Day).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here