Hari Jadi Sumenep Ke-750: Uwaduh! Viral Proposal dan Laptop Bekas Serta Tiket Masuk

NER SYBER.COM, SUMENEP – Semarak hari jadi Kabupaten Sumenep yang ke-750 yang diselenggarakan di pusat kota, dapat sorotan dari berbagai kalangan. Parah nya lagi, acara tersebut tidak sepantasnya ada batasan antara masyrakat dengan pemimpin nya, seperti dijeruji besi.

Mat mantan Aktivis Sumenep mengungkapkan, Acara Hari jadi Ini sangat memalukan, sebah masyrakat tidak bisa melihat secara langsung karena di batasi pagar besi seperti di rumah tahanan yang cukup tinggi, bahkan ada yang jual teket masuk sebesar Rp. 100.000 sampai Rp. 150.000.

“Acara Hari jadi Kabupaten Sumenep yang ke-750 semestinya tidak seperti ini, bahkan saya melihat ada orang yang membawa kertas karton bertuliskan Kepulauan kekeringan,” kata Mat Senin (28/10/2019).

Dirinya menambahkan, jika hari jadi tahun ini sangat memalukan, sapai ada Proposal, Laptop Bekas, tiket masuk, dan kepulauan kekeringan

“Jika dinas terkait Profesional tidak akan terjadi hal yang memalukan sepeti ini. Hari jadi Sumenep yang ke-750 adalah pesta rakyat setiap tahun, acara tahun ini yang sangat memalukan sepanjang sejarah. Kami berharap kepada Bupati Kh. A.Buya Busyro Karim untuk mencopot Kepala DISPARBUDPORA yang tidak profesional,” ujarnya.

Dikutip dari maduraindepth setelah dikonfirmasi, Carto, Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) yang menjadi leading sektor acara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, di hari jadi Sumenep ke-750, mengaku bahwa itu adalah kesalahan pihaknya.

“Sama dengan kita, sifat manusia ada yang lupa dan salah. Kekurangan ini mungkin kesalahan saya,” terangnya, diakhir acara.

Acara hari jadi kota Sumenep dengan anggaran yang ditaksir menelan Rp 150 juta lebih itu masih perlu banyak dilakukan evaluasi. Carto mengatakan, kedepan akan lebih melihat keinginan masyarakat, Sumenep pada umumnya.

“Kita koreksi, perbaiki, bagaimana keinginan masyarakat agar tahun depan ada video drone diluar agar bisa dilihat dan ditonton bersama masyarakat,” katanya.

Disisi lain, masyarakat juga memilih untuk menerobos masuk melewati bawah panggung undangan VIP. Namun, kata, Carto, hal itu sudah menjadi biasa, bahkan bukan kesalahan yang sangat fatal.

“Biasa kalau itu, kita butuh penonton. Pada saat acara sudah mulai, dan masyarakat ingin nonton, itu biasalah,” paparnya.

Disoal terkait anggaran yang cukup besar dalam semarak hari jadi Sumenep, Carto, menegaskan, jika pihaknya masih banyak melakukan kerjasama dengan beberapa lembaga lain

“Kami tergantung biaya, anggaran itu kita butuh bantuan juga,” pungkasnya, (Tim/Whn/Day).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here