Keindahan Alam Air Terjun Toroan Sampang Menjadi Daya Tarik Wisatawan

NET SYBER.COM, SAMPANG – Air Terjun Toroan berada di Desa Ketapang Daya, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Pulau Madura, Jawa Timur. Memiliki ketinggian 20 meter, air terjun ini langsung menuju ke laut lepas.

Dinding tebing dari air terjun ini berwarna kuning keemasan, khas dinding air terjun. Ketika air laut pasang, maka air terjun ini akan semakin indah terlihat, ditambah lagi suara deburan air yang beradu antara air terjun Toroan dengan perairan laut Jawa.

Air Terjun Toroan ini dikeramatkan warga sekitar. Hal ini bermula karerna sebuah legenda pasanngan suami istri yang bernama Siti Fatimah dan Sayyid Abdurrahman yang lebih dikenal sebagai Birenggono yang tinggal di dusun Langgher Daya.

Pasangan ini awalnya adalah pasangan yang hidup bahagia dan rukun sampai suatu hari mereka berdua cekcok karena sang suami mencurigai istrinya berselingkuh dan begitu pula sebaliknya. Puncaknya, pasangan ini pun bersumpah di hadapan banyak orang

Suatu saat pasangan tersebut meninggal bersamaan dan dimakamkan oleh penduduk sesuai wasiat semasa mereka hidup. Ternyata benar, aliran sungai terbelah ketika melewati makam Siti Fatimah dan menjadi dua aliran menuju air laut.

Kemudian air terjun tersebut dinamakan Air Terjun Toroan yang berasal dari kata toron (toron dalam bahasa Madura berarti turun). Makam Siti Fatimah kemudian oleh masyarakat dinamakan ‘Asta Buju’ Penyppen’.

Begitu juga dengan Birenggono, makamnya mudah digali dengan menggunakan ranting pohon jarak. Makam Birenggono ini kemudian dinamai Asta Kam Tenggi yang artinya makam di tempat yang tinggi.

Makam Siti Fatimah berada di Desa Ketapang Daya, Kecamatan Ketapang, sedangkan makam Birenggono berada di Desa Ketapang Timur, Kecamatan Ketapang.

Selain itu, tidak terdapat tempat bagi pengunjung untuk mengganti baju atau membilas tubuh dan dipenuhi batu karang. Jika ingin merasakan kesegaran air terjun ini, pengunjung dapat mandi di kolam alami yang berada di bawahnya dan akan lebih aman jika menikmati keindahan air terjun Toroan dari tempat yang disediakan.

Pengunjung tidak dikenakan biaya ketika memasuki air terjun ini. Mereka hanya perlu membayar biaya parkir sebesar Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu untuk kendaraan bermotor sebagai jaminan keamanan kendaraan.

Kawasan ini masih sangat alami dan belum ada fasilitas permanen yang dibangun oleh pemerintah setempat. Jika berkunjung ke tempat ini disarankan membawa perbekalan yang cukup dan memakai sepatu yang nyaman, (Tim).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here