Kisah Nyata: Virall, Antara Nyi Efa dan Cita-cita Wanita Gagal Ginjal, Hingga Hembuskan Nafas Terahir

NET SYBER.COM, SUMENEP – Kisah Haru Seorang Tokoh Muslimat dengan Wartawati penderita Penyakit Gagal ginjal dan tumor rahim. Berjuang dan bertahan hidup selama dua tahun dengan sang buah hati, hingga menghebuskan nafas terahir nya hari ini, tepatnya di desa Pamolokan, Kecamatan Kota, Kabupten Sumenep, Madura, Jawa Timur, (15/09/2020).

Rara adalah seorang wartawati disalah satu media online di Sumenep. Dirinya bekerja sebagai jurnalis cukup lama dan terkenal penyabar kepada teman-teman nya sesama profesi.

Penyakit yang iya derita adalah gagal ginjal dan tumor rahim, semenjak susminya meninggal dunia beberapa tahun lalu, namun dirinya belum mengetahui bahwa punyak penyakit berbahaya.

Penghasilan RARA hanya cukup untuk makan se hari-hari bersama putranya yang masi duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kecamatan Batuan.

Ironisnya, wanita tersebut setiap tahun harus memikul beban tanggungan untuk membayar kontrakan rumah yang sangat sederhana sekali di daerah Kecamatan batuan.

Kisah ini mulai viral di medsos dan mulai dapat perhatian baik dari para tokoh agama, komunitas kemanusiaan maupun pemerintah.

Salah satu tokoh Muslimat ternama di kabupaten Sumenep, Dewi Kholifah atau sering disapa Nyi Efa, beliau datang beserta rombongan nya, untuk melihat kondisi RARA.

Ketua muslimat itu berbincang tetang keluhan yang dialami, serta Nyi Efa mendoakan RARA agar penyskit nya segera diangkat oleh Allah Swt, serta tak lupa beliau memberikan satunan untuk biaya pengobatan.

Menurut Nyi Efa, RARA ini harus segera di tangani dan di bawa ke rumah sakit, biar tidak semakin parah.

RARA pun senang  dan berterima kasih banyak kepada Nyi Efa, karena dirinya akan di bantu segala biaya pengobatan nya,  RARA tau kalau beliau tokoh muslimat yang terkenal di Sumenep, dan sering membatu orang miskin, anak yatim, dan kaum duafa.

Dirinya berjaji jika nanti sembuh, Rara akan ikut pengajian nya Nyi Efa dan mau berjuang bersama muslimat untuk sumenep lebih baik.

Nyi Efa tersenyum melihat RARA mulai semangat, dan mengucapkan “semoga cepat sembuh nak RARA, serta jangan lupa lima waktunya di kerjakan, jika kesulitan masalah biaya berobat hubungi saya nak RARA.

Beliau juga menyampaikan, bahwa hidup ini hanya sebentar, jangan sia-siakan serta berbuat baik kepada sesama, bantu mereka yang sedang kesusahan dan jangan menunggu waktu untuk berbuat.

Insaallah Allah swt akan membatu dan permudah urusanmu, baik dunia maupun di aherat nanti.

Beberapa jam kemudian, Dirut RSUD MOH. ANWAR bersama tim Dokter menjemput RARA, untuk dirawat selama beberapa hari.

Dokterpun mem memfonis bahwa ada dua penyakit yang iya derita, yaitu tumor rahim dan gagal ginjal. Selang beberapa hari di rawat di Rumah Sakit, RARA ahirnya di perbolehkan pulang oleh pihak Rumahsakit, asal setiap minggu di wajibkan cuci darah dan meminum obat secara teratur.

Setelah kisah RARA rame di perbincangkan oleh publik setiap hari. Kepala Desa Pamolokan, Kecamatan Kota, Sumenep terketuk dan terpangil hatinya dan lansung meberikan rumah baru utuk RARA tempati bersama anaknya.

Beberap Bulan Kondisi RARA tetap menurun dan tidak bisa ber aktifitas, namun sering komunikasi dengan teman-teman nya se profesi, melalui Was Up , namun mendadak terdengar kabar bahwa dirinya telah tiada hari selasa sekitar Pukul. 17.00 Wib. (15/09/2020).

Innalilahi Weinalillahi Rojiun

Cerita ini di tulis berdasarkan kisah nyata yang terjadi kepada Sodara RARA semenjak sakit.

Semoga Amal dan kebaikan nya Almarhum RARA diterima di sisi Allah Swt Amin.

Penulis: (Rahmat Hidayat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here