NIC Polri Berhasil Gagalkan Penyelundupan 73 Kg Jaringan Narkoba Internasional

NETSYBER.COM, JAKARTA – Satgas Narcotic Investigation Center (NIC) Polri berhasil mengungkap penyelundupan 73 Kg narkoba dengan modus baru. Kali ini para penyelundup menggunakan kapal pesiar, Sunda Kelapa, Jakarta Utara.

Kapal ini juga ditumpangi oleh MIF dan SLH, yang menyembunyikan narkoba di bagian Dapra (bantalan) kapal. Lalu ada lagi IKZ, yang bertugas untuk menjemput barang di pelabuhan dan mengedarkannya di Jakarta. Semuanya merupakan warga negara Malaysia.

“Pada hari Selasa tanggal 4 Juni 2019, sekitar pukul 09.30 WIB, Satgas NIC telah menangkap 4 WN Malaysia MIF, SHN, SLH dan RHM di atas Kapal Pesiar (YACTH) Malaysia Karenliner di Dermaga Batavia Marina,” kata Wadir Tipid Narkoba Bareksrim Polri, Kombes Krisno Siregar, di Batavia Marina, Kompleks Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara, Selasa (11/6)

Selanjutnya, polisi menangkap IKZ di Dermaga Marina dan MHS di Hotel Aston Pluit, Penjaringan. Para pelaku mengaku modus ini baru pertama kali mereka lakukan.

“Mereka masuk ke dermaga untuk kapal pesiar, transaksi bukan ship to ship, tapi ship to dermaga. Kalau biasanya, kita menemukan kapal ikan, harganya tidak mahal. Saat ini sangat amat jarang menggunakan kapal pesiar,” tutur Krisno.

Dalam kasus ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, yakni dua buah koper hitam berisi 37 bungkus plastik hijau dengan tulisan China berisi kristal putih diduga sabu dengan berat total (bruto) 37 Kilogram, 1 unit kapal pesiar Malaysia Karenliner beserta surat-surat, 6 paspor Malaysia, dan 10 handphone berbagai merek.

Saat ini, keenam tersangka telah ditangkap polisi. Mereka sudah bekerja sama dengan Polisi Diraja Malaysia untuk mengungkap sindikat jaringan narkoba internasional dan mengejar beberapa orang yang masuk ke dalam daftar pencarian orang (DPO).

“Rencananya untuk mengembangkan kasus ini, DPO terlibat sudah ada dua nama. Yang pasti kepolisian Malaysia sudah dibangun,” tutup Krisno.

Para tersangka kini dijerat dengan dakwaan primer, yakni Pasal 114 ayat 2 juncto pasal 132 AYAT 1 uu RI no.35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling maksimal yaitu Rp 10 miliar ditambah sepertiga, (Tim).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here