Upacara Sakral Prosesi Jamasan dan Penyerahan Keris Keraton Sumenep

NET SYBER.COM, SUMENEP – Prosesi Jamasan dan Kirab Pusaka Keraton yang juga merupakan rentetan agenda Visit Sumenep 2019, yang di gelar Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, b. Pusaka Keris Keraton Sumenep di terima langsung oleh Wakil Bupati Sumenep, Ahmad Fauzi, SH, di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Senin (9/09/2019).

Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, mengatakan bahwa, sejak tahun 2005, keris sudah diakui PBB sebagai warisan dunia. Bahkan kabupaten Sumenep dinobatkan sebagai daerah yang memiliki pengrajin keris terbanyak dunia yaitu dengan mencapai 650 orang pengrajin.

“Disamping itu, keris bukan hanya semata identitas masa lalu tetapi juga menjadi ikon ekonomi yang telah mampu menggerakkan dan menopang perekonomian masyarakat, khususnya masyarakat di Sumenep,” ungkap Fauzi saat sambutan di Pendopo Keraton Senin, (9/09/2019).

Bahkan menurutnya, selain menjadi acara tahunan juga sebagai upaya untuk mendorong kekuatan kolektif seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan serta mengembangkan warisan pedahulu di masa lalu.

“Jadi, kita sebagai penerus harus bisa mempertahankan budaya dan tradisi. Hal itu bisa dilakukan dengan dua cara. Misalnya, sosialisasi dan atraksi dengan menginformasikan sejarah yang di miliki kepada anak cucu kita sejak dini. Atraksi bagaimana memperbanyak kegiatan yang dapat menopang kelestarian budaya leluhur,” kata Fauzi.

Apalagi, dikatakan Fauzi, para pendahulu kita khususnya di kabupaten Sumenep di tengah keterbatasan yang dimiliki telah mewariskan berbagai warisan monumental kepada masyarakat Sumenep seperti keraton Sumenep yang kita tempati saat ini.

“Tentunya, itu harus menjadi motivasi kita di era yang serba mudah untuk menciptakan warisan yang monumental, yang kelak akan dinikmati anak cucu kita puluhan tahun ataupun ratusan tahun mendatang,” ungkapnya.

Sehingga, lanjut Fauzi, jangan sampai dengan era yang serba modern dan serba digital mengabaikan kekayaan budaya serta tradisi.

“Di tengah gempuran modernisasi di segala bidang ini, jangan sampai mengorbankan kekayaan budaya dan kekayaan tradisi, khususnya dalam perkerisan yang sudah dipersembahkan oleh para leluhur kita,” pungkasnya, (Tim/Whn/Day).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here