Waduh! Ratusan Relawan Serta Para Kiai Ternama Ikut Antarkan Fauzi dan Nyi Efa ke KPU Sumenep

NET SYBER.COM, SUMENEP –  Saat Pembukaan Pendaftaran calon Bupati dan Wakil Bupati di KPU Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Pasangan Ach. Fauzi dan Dewi Khalifah di kawal ratusan relawan dan Kiai ternama, Jum’at (4/09/2020).

Ratusan relawan dan simpatisan serta para kiai besar juga ikut mengantarkan pasangan Fauzi dan Nyi Efa menuju KPU Sumenep,

Achmad Fauzi, Calon Bupati Sumenep saat selesai proses pendaftaran di sela-sela itu menyatakan, dengan mengucapkan banyak terimakasih kepada semua yang hadir dalam kesempatan tersebut.

“Para tokoh, kiai dan wartawan dan semua yang hadir pada kesempatan yang baik ini yang pada hari ini melakukan proses tahapan pendaftaran ini (Cabup-Cawabup Sumenep, Fauzi-Eva-red) bisa mendaftarkan diri dengan membawa rekom persyaratan,” Kata Achmad Fauzi

Selanjutnya Achmad Fauzi, pihaknya juga mengucapkan terima kasih pada KPU Kabupaten Sumenep atas pelayanan terbaiknya saat melakukan pendaftaran Cabup-Cawabup Sumenep.

“Yang kedua terima kasih kepada KPU yang telah melayani dengan baik berkas persyaratan paslon dari verifikasi dan sudah kita dengarkan bersama bahwa sudah memenuhi syarat,” Ucapnya.

Fauzi mengaku melakukan pendaftarannya di hari pertama pembukaan sudah kesepakatan bersama yang telah ditinjau melalui segala aspek. Termasuk supaya lebih cepat lebih baik.

“Kami bersepakat untuk mendaftar pertama kali di hari ini. Itu untuk memberikan ruang agar lebih cepat lebih baik, tentunya dengan beberapa aspek yang kita pikirkan untuk memperhatikan hal-hal yang tentunya bisa menjadi sesuatu yang kita bisa penuhi dari beberapa berkas yang kurang dalam persyaratan, tapi alhamdulillah sudah memenuhi syarat,” jelasnya.

Mengawali proses pendaftarannya, pasangan Cabup-Cawabup Sumenep, Fauzi-Eva juga mengaku melakukan beberapa rangkaian dengan berangkat dari Masjid Jamik Sumenep berlanjut ke Asta Tinggi.

“Pendaftaran pada hari ini dan memang kita melakukan beberapa rangkaian, mulai dari berangkat dari Masjid Jamik terus ke Asta Tinggi, itu bagian dari menghormati pemimpin kita terdahulu, karena kita bagaimana menghargai sejarah yang sudah memberikan sebuah bukti,” Pungkasnya, (Tim/Whn/Day).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here